Wesly Tobing

@weslytobing,,,@westobing

Arsip untuk ‘Bahasa Pemograman’ Kategori

tutorial

STRUKTUR DASAR HTML

Posted by tobings pada Agustus 20, 2009

STRUKTUR DASAR HTML

HTML adalah singkatan dari HyperText Markup Language dalah salah  satu bahasa pemprograman web desaign dan juga biasa di sebut script untuk  menyusun dokumen-dokumen Web. Dokumen HTML disimpan dalam format  teks reguler dan mengandung tag-tag yang memerintahkan web browser untuk
mengeksekusi perintah-perintah  yang dispesifikasikan

Struktur dasar HTML adalah sebagai berikut:

<html>

<head>

<title>Judul Dokumen HTML</title>

</head>

<body>

penulisan informasi Web

</body>

</html>

Dari struktur dasar HTML di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Tag

Adalah teks khusus (markup) berupa dua karakter “<” dan “>”,  sebagai  contoh <body> adalah tag dengan nama body.

Tag harus ditulis secara berpasangan, yang terdiri atas tag pembuka dan tag penutup (ditambahkan karakter “/” setelah karakter “<”),   sebagai contoh <body> ini adalah tag pembuka isi dokumen HTML, dan  </body> ini adalah tag penutup isi dokumen HTML.

b. Element

Element terdiri atas tiga bagian, yaitu tag pembuka, isi, dan tag penutup.

Sebagai contoh untuk menampilkan judul dokumen HTML pada web browser digunakan element title, dimana:

<title> ini adalah tag pembuka judul dokumen HTML

Judul Dokumen HTML ini adalah isi judul dari dokumen HTML

</title> ini adalah tag penutup judul dokumen HTML

Tag-tag yang ditulis secara berpasangan pada suatu element HTML,  tidak boleh saling tumpang tindih dengan pasangan tag-tag lainnya.

Contoh penulisan tag-tag yang benar

<p>

<b>

</b>

</p>

Catatan : Jika penulisan script salah, maka script tidak terbaca sempurna ( Eror ) sehingga dapat mengganggu penampilan dan dinamika web itu sendiri

c. Attribute

Attribute mendefinisikan property dari suatu element HTML, yang terdiri atas nama dan nilai. Penulisannya adalah sebagai berikut:

<TAG>

nama-attr=”nilai-attr”

nama-attr=”nilai-attr”

>

</TAG>

Secara umum nilai attribute harus berada dalam tanda petik satu atau dua.

Sebagai contoh, untuk membuat warna teks menjadi kuning dan latarbelakang halaman   web   menjadi   hitam,   penulisannya   adalah  <body   bgcolor=”black”

text=”yellow”>

d. Element HTML

Menyatakan pada browser bahwa dokumen Web yang digunakan adalah

HTML.

Sintaks:

<html>

</html>

e. Element HEAD

Merupakan kepala dari dokumen HTML. Tag <head> dan tag </head> terletak  di antara tag <html> dan tag </html>.

Sintaks:

<head>

</head>

f. Element TITLE

Merupakan judul dari dokumen HTML yang ditampilkan pada judul jendela  browser. Tag <title> dan tag </title> terletak di antara tag <head> dan tag </head>.

Sintaks:

<title>

</title>

g. Element BODY

Element ini untuk menampilkan isi dokumen HTML. Tag <body> dan tag  </body> terletak di bawah tag <head> dan tag </head>.

Element BODY mempunyai attribute-attribute yang menspesifikasikan khususnya warna dan latarbelakang dokumen yang akan ditampilkan pada  browser.

Sintaks:

<body text=”v” bgcolor=”w” background=”uri” link=”x” alink=”y” vlink=”z”>

</body>

text                   : memberikan warna pada teks

bgcolor            : memberikan warna pada latarbelakang dokumen HTML

background   : memberikan   latarbelakang   dokumen   HTML   dalam   bentuk   gambar

link                    : memberikan warna untuk link

alink                 : memberikan warna untuk link yang sedang aktif

vlink                : memberikan   warna   untuk   link   yang   telah   dikunjungi.

Catatan   :   Jika   attribute   bgcolor   dan   background   keduanya   dispesifikasikan  maka attribute   background   yang   akan   digunakan,   akan   tetapi   jika   nilai   attribute background (gambar) tidak ditemukan pada dokumen HTML maka attribute bgcolor yang akan digunakan.

Berikut ini saya akan menyebutkan berbagai macam kode HTML dasar yang perlu diketahui.
Turun satu baris kebawah(enter) / Kursor dan kalimat

1   <br>    dibelakangnya turun 1 baris kebawah
2   <big>isi tulisan</big> Membuat tulisan menjadi sedikit lebih besar

Mewarnai tulisan. Ganti warna tulisan dengan salah satu
3  <font color=”warna pilihan yang ada : red, blue, yellow, green, brown, gold,  tulisan“>isi tulisan</font> purple

Menambah 1 spasi karena ada kemungkinan penggunaan 2
4   &nbsp;  spasi tidak akan terbaca pada beberapa engine blog
5   <font size=”ukuran  Mengganti ukuran tulisan. Bisa digunakan apabila kode   tulisan“>isi tulisan</font>    pada no. 2 tidak sesuai dengan keinginan kita

6  <strong>isi tulisan</strong>

Untuk menebalkan tulisan. Fungsi sama dengan ”’isi atau tulisan”’ atau tombol ‘cetak tebal’

7  <b>isi tulisan</b>
Kursor dan kalimat dibelakangnya turun satu setengah
<p>   baris kebawah

8   <u>isi tulisan</u>               Membuat garis bawah tulisan

9   <small>isi tulisan</small>       Membuat tulisan menjadi sedikit lebih kecil

10  <s>isi tulisan</s>               Membuat garis mencoret pada tulisan
Membuat tulisan tetap pada keadaan yang kita inginkan,

11  <pre>isi tulisan</pre>   misalnya untuk urutan berjejer kebawah

12   <center>isi tulisan</center>  Membuat tulisan berada di tengah halaman

13  <blink>isi tulisan</blink>       Membuat tulisan tampak berkedip

Sebenarnya ini merupakan sebagian kecil dari bahasa HTML, ya tidak salahnya kita belajar sedikit-sedikit untuk menguasainya.

Ditulis dalam Bahasa Pemograman | Bertanda: , , , | 1 Komentar »

Dasar Pemrograman PHP dan MySQL

Posted by tobings pada Juni 27, 2009

MODUL I: PENGENALAN PHP

PHP adalah bahasa scripting yang menyatu dengan HTML dan dijalankan pada server side. Artinya semua sintaks yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan pada server sedangkan yang dikirimkan ke browser hanya hasilnya saja.

File contoh1.php:

echo(“Hallo apakabar? Nama saya PHP script”); ?>

VARIABLE

Dalam PHP setiap nama variable diawali tanda dollar ($). Misalnya nama variable a dalam PHP ditulis dengan $a. Jenis suatu variable ditentukan pada saat jalannya program dan tergantung pada konteks yang digunakan.

File contoh2.php:

$a = “5″; $b=”2″; $hasil = $a+$b; echo($hasil);

File contoh3.php:

$a = “5″;

$b=”2″;

$hasil = $a.$b;

echo($hasil);

?>

STRUKTUR KONTROL

IF

Konstruksi IF digunakan untuk melakukan eksekusi suatu statement secara bersyarat. Cara penulisannya adalah sebagai berikut:

if (syarat)

{

statement

atau:

if (syarat)

{ statement

} else

{

statement lain

atau:

if (syarat pertama)

{

statement pertama

}

elseif (syarat kedua)

{

statement kedua

else

{

statement lain

} File contoh5.php:

$a=4; $b=9; if ($a>$b)

{

echo(“a lebih besar dari pada b”);

} elseif ($a<$b)

{

echo(“a lebih kecil b”);

} else

{

echo(“a sama dengan b”);

} ?>

WHILE

Bentuk dasar dari statement While adalah sebagai berikut:

while (syarat)

statement

Arti dari statemant While adalah memberikan perintah untuk menjalankan statement dibawahnya secara berulang-ulang, selama syaratnya terpenuhi.

File contoh6.php:

$a=1; while ($a<10)

{ echo($a);

FOR

Cara penulisan statement FOR adalah sebagai berikut:

for (ekspresi1; ekspresi2 ; ekspresi3) statement

ekspresi1 menunjukkan nilai awal untuk suatu variable

ekspresi2 menunjukkan syarat yang harus terpenuhi untuk menjalankan statemant

ekspresi3 menunjukkan pertambahan nilai untuk suatu variable

File contoh7.php:

for ($a = 0;$a<10;

{

“A =

echo(“Nilai A =

echo (“$a” ) ;

?>

SWITCH

Statement SWITCH digunakan untuk membandingkan suatu variable dengan beberapa

nilai serta menjalankan statement tertentu jika nilai variable sama dengan nilai yang

dibandingkan.

Struktur Switch adalah sebagai berikut:

switch (variable) case nilai: statement case nilai: statemant case nilai: statement

File contoh8.php:

$a = 2; switch($a)

{

case 1:

echo(“Nilai variable a adalah satu”);

break;

case 2:

echo(“Nilai variable a adalah dua”);

break;

case 3:

echo(“Nilai variable a adalah tiga”);

break;

REQUIRE

Statement Require digunakan untuk membaca nilai variable dan fungsi-fungsi dari sebuah file lain. Cara penulisan statement Require adalah:

require(namafile);

Statement Require ini tidak dapat dimasukkan diadalam suatu struktur looping misalnya while atau for. Karena hanya memperbolehkan pemangggilan file yang sama tersebut hanya sekali saja.

File contoh9.php:

$a = “Saya sedang belajar PHP”;

function tulistebal($teks) echo(“$teks“);

File contoh10.php:

require(“contoh9.php”);

tulistebal(“Ini adalah tulisan tebal”);

echo(“
“);

echo($a);

NCLUDE

Statement Include akan menyertakan isi suatu file tertentu. Include dapat diletakkan didalam suatu looping misalkan dalam statement for atau while.

File contoh11.php:

echo(“——————————————-

echo(“PHP adalah bahasa scripting
“); echo(“——————————————-

echo(“
“);

File contoh12.php:

for ($b=1; $b<5; $b+ + )

{ include(“contoh11.php”);

MODUL II: DASAR-DASAR MySQL

Dalam bahasa SQL pada umumnya informasi tersimpan dalam tabel-tabel yang secara logik merupakan struktur dua dimensi terdiri dari baris (row atau record) dan kolom(column atau field). Sedangkan dalam sebuah database dapat terdiri dari beberapa

table.

Beberapa tipe data dalam MySQL yang sering dipakai:

Tipe data Keterangan
INT(M) [UNSIGNED] Angka -2147483648 s/d 2147483647
FLOAT(M,D) Angka pecahan
DATE Tanggal Format : YYYY-MM-DD
DATETIME Tanggal dan Waktu Format : YYYY-MM-DD HH:MM:SS
CHAR(M) String dengan panjang tetap sesuai dengan yang ditentukan. Panjangnya 1-255 karakter
VARCHAR(M) String dengan panjang yang berubah-ubah sesuai dengan yang disimpan saat itu. Panjangnya 1 – 255 karakter
BLOB Teks dengan panjang maksimum 65535 karakter
LONGBLOB Teks dengan panjang maksimum 4294967295 karakter

Ditulis dalam Bahasa Pemograman | Bertanda: , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Type Data pada PHP

Posted by tobings pada Juni 27, 2009

  1. Tipe Data

Dalam bahasa pemrograman yang lain, ada  bermacam-macam tipe data,   misalnya integer(bilangan bulat), float (bilangan pecahan), char(karakter angka dan huruf), string(kumpulan huruf atau kata), dan berbagai tipe lainnya.
PHP mengenal dua tipe data sederhana; numerik dan literal. Ditambah dengan dua tipe data yang tidak sederhana, yaitu array dan object. Tipe Numerik   dapat   menyimpan bilangan bulat.PHP mampu menyimpan data bilangan bulat dengan jangkauan dari -2 milyar sampai+2 milyar. Contoh bilangan bulat: 3, 7, 20.
Selain itu, tipe numerik juga  digunakan  untuk menyimpan bilangan pecahan

Tipe literal digunakan untuk menyimpan data berupa kumpulan huruf, kata, dan angka.Tipe boolean, yang dikenal dalam bahasa program yang lainnya, tidak adadalam   PHP.

Untuk   menguji   benar   salah (true   false), kita menggunakan  tipe  data  yang  tersedia.  FALSE  dapat  digantikan  oleh integer 0, double 0.0 atau string kosong, yaitu “”. Selain nilai itu, semua dianggap TRUE.

Variabel  dapat  digunakan  untuk  menyimpan  berbagai  jenis  data. Misalnya  data  numerik  yang  dapat  dioperasikan  secara  matematika. Contoh :

$jumlahBarang = 3;

$harga = 1000;

$pembayaran = $jumlahBarang * $harga;

pada contoh di atas, variabel pembayaran akan menyimpan nilai 3000.

Sedangkan  data  non numerik  (disebut juga data literal)  tidak dapat dioperasikan secara matematika. Contoh :

$nama = $namaDepan + $namaBelakang;

variabel  nama  akan  menyimpan  gabungan  dari  dua  variabel,  yaitu

“Endy Muhardin”.

Secara umum, data literal ditandai dengan pasangan  “ dan  “. Data numerik tidak dikelilingi oleh “ dan “. Tetapi biasanya PHP akan secara otomatis mengubah tipe data sesuai kebutuhan. Contoh :

$jalan = “Gubeng Kertajaya”;

$noRumah = 29;

$blok = 4c;

$jumlahPenghuni = 3;

$alamat = $jalan + $noRumah;

$hasil = $noRumah + $jumlahPenghuni;

$hasilAneh = $blok + $noRumah;

Pada  sampel  kode  di  atas,  variabel  alamat  akan  menyimpan  nilai Gubeng Kertajaya 29.  PHP  secara  otomatis  mengubah  tipe  data variabel noRumah (numerik) menjadi literal. Variabel alamat akan bertipe literal.

Variabel hasil akan menyimpan nilai 32, yaitu penjumlahan dari 29 dan 3.

Perhatikan, konversi  otomatis ini kadang berjalan secara tidak semestinya. Ini  dapat  dilihat  dari  variabel  hasilAneh  yang  akan menyimpan nilai 7. PHP mengambil nilai numerik dari variabel blok, yaitu 4, kemudian menambahkannya dengan isi variabel jumlahPenghuni. Hasil akhirnya adalah 4 + 3, yaitu 7.

Ditulis dalam Bahasa Pemograman | Bertanda: , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.