Wesly Tobing

@weslytobing,,,@westobing

Arsip untuk Juni 27th, 2009

Konsep Dasar TCP/IP

Posted by tobings pada Juni 27, 2009

Konsep Dasar TCP/IP

(Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

TCP/IP merupakan dasar dari segalanya, tanpa mempelajari TCP/PI

kemungkinan kita tidak dapat melakah maju di dunia pehackingan. Dengan

kata lain, TCP/IP merupakan awal dari segalanya. Banyak orang yg

menyepelekan pentingnya mempelajari TCP/IP, mereka mengaku dirinya

“hacker” tetapi tidak mengerti sama sekali apa itu TCP/IP. Merasa hacker

hanya apabila bisa mencrash ataupun menjebol server, tetapi sebetulnya

bukan itulah maksud dari segala itu. Hacker itu adalah orang yg haus

akan pengetahuan, bukan haus akan penghancuran. Untuk menjadi hacker

dibutuhkan kerja keras, semangat, motivasi yg tinggi serta pemahaman

seluk-beluk internet itu sendiri, tanpa hal-hal tersebut mustahil anda

dapat menjadi seorang hacker yang tangguh.

Tulisan ini didedikasikan terutama untuk member Kecoak Elektronik dan

siapa saja yang ingin mempelajari TCP/IP, bukan untuk mereka yang hanya

ingin mencari jalan pintas menjadi hacker sejati. Bagi anda yg memang

udah profhacking mungkin tulisan ini tidak penting, karena memang

tulisan ini hanyalah pengantar belaka dan bukan merupakan referensi yg

sempurna (dan jauh dari sempurna) oleh karenanya hanya dikhususkan bagi

mereka yg pendatang baru (newbies).

1. Apa itu TCP/IP ?

——————-

TCP/IP adalah salah satu jenis protokol* yg memungkinkan kumpulan

komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu  network

(jaringan).

************************************************************************

Merupakan himpunan aturan yg memungkinkan komputer untuk  berhubungan

antara satu dengan yg lain, biasanya berupa bentuk / waktu / barisan /

pemeriksaan error saat transmisi data.

***********************************************************************

2. Apa yg membuat TCP/IP menjadi penting ?

——————————————

Karena TCP/IP merupakan protokol yg telah diterapkan pada hampir semua

perangkat keras dan sistem operasi. Tidak ada rangkaian protokol lain yg

tersedia pada semua sistem berikut ini :

a. Novel Netware.

b. Mainframe IBM.

c. Sistem digital VMS.

d. Server Microsoft Windows NT

e. Workstation UNIX, LinuX, FreeBSD

f. Personal komputer DOS.

3. Bagaimana awalnya keberadaan TCP/IP ?

—————————————-

Konsep TCP/IP berawal dari kebutuhan DoD (Departement of Defense) AS

akan suatu komunikasi di antara berbagai variasi komputer yg telah ada.

Komputer-komputer DoD ini seringkali harus berhubungan antara satu

organisasi peneliti dg organisasi peneliti lainnya, dan harus tetap

berhubungan sehingga pertahanan negara tetap berjalan selama terjadi

bencana, seperti ledakan nuklir. Oleh karenanya pada tahun 1969

dimulailah penelitian terhadap serangkaian protokol TCP/IP. Di antara

tujuan-tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Terciptanya protokol-protokol umum, DoD memerlukan suatu protokol yg

dapat ditentukan untuk semua jaringan.

2. Meningkatkan efisiensi komunikasi data.

3. Dapat dipadukan dengan teknologi WAN (Wide Area Network) yg telah

ada.

4. Mudah dikonfigurasikan.

Tahun 1968 DoD ARPAnet (Advanced Reseach Project Agency) memulai

penelitian yg kemudian menjadi cikal bakal packet switching . Packet

switching  inilah yg memungkinkan komunikasi antara lapisan network

(dibahas nanti) dimana data  dijalankan dan disalurkan melalui jaringan

dalam bentuk unit-unit kecil yg disebut packet*. Tiap-tiap packet ini

membawa informasi alamatnya masing-masing yg ditangani dengan khusus

oleh jaringan tersebut dan tidak tergantung dengan paket-paket lain.

Jaringan yg dikembangkan ini, yg menggunakan ARPAnet sebagai tulang

punggungnya, menjadi terkenal sebagai internet.

Protokol-protokol TCP/IP dikembangkan lebih lanjut pada awal 1980 dan

menjadi protokol-protokol standar untuk ARPAnet pada tahun 1983.

Protokol-protokol ini mengalami peningkatan popularitas di komunitas

pemakai ketika TCP/IP digabungkan menjadi versi 4.2 dari BSD (Berkeley

Standard Distribution) UNIX. Versi ini digunakan secara luas pada

institusi penelitian dan pendidikan dan digunakan sebagai dasar dari

beberapa penerapan UNIX komersial, termasuk SunOS dari Sun dan Ultrix

dari Digital. Karena BSD UNIX mendirikan hubungan antara TCP/IP dan

sistem operasi UNIX, banyak implementasi UNIX sekarang menggabungkan

TCP/IP.

************************************************************************

unit informasi yg mana jaringan berkomunikasi. Tiap-tiap paket berisi

identitas (header) station pengirim dan penerima, informasi error-

control, permintaan suatu layanan dalam lapisan network, informasi

bagaimana menangani permintaan dan sembarang data penting yg harus

ditransfer.

************************************************************************

4. Layanan apa saja yg diberikan oleh TCP/IP ?

———————————————-

Berikut ini adalah layanan “tradisional” yg dilakukan TCP/IP :

a. Pengiriman file (file transfer). File Transfer Protokol (FTP)

memungkinkan  pengguna komputer  yg satu untuk dapat mengirim ataupun

menerima file ke komputer jaringan. Karena masalah keamanan data,

maka FTP seringkali memerlukan nama pengguna (user name) dan

password, meskipun banyak juga FTP yg dapat diakses melalui

anonymous, alias tidak  berpassword. (lihat RFC 959 untuk spesifikasi

FTP)

b. Remote login. Network terminal Protokol (telnet) memungkinkan

pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer

didalam suatu jaringan. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna

menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer

jaringan tersebut.( lihat RFC 854 dan 855 untuk spesifikasi telnet

lebih lanjut)

c. Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem elektronik mail.

(lihat RFC 821 dan 822)

d. Network File System (NFS). Pelayanan akses file-file jarak jauh yg

memungkinkan klien-klien untuk mengakses file-file pada komputer

jaringan jarak jauh walaupun file tersebut disimpan secara lokal.

(lihat RFC 1001 dan 1002 untuk keterangan lebih lanjut)

e. remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan

suatu program didalam komputer yg berbeda. Biasanya berguna jika

pengguna menggunakan komputer yg terbatas, sedangkan ia memerlukan

sumber yg banyak dalam suatu system komputer. Ada beberapa jenis

remote execution, ada yg berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu

yg dapat dijalankan dalam system komputer yg sama dan ada pula yg

menggunakan “prosedure remote call system”, yg memungkinkan program

untuk memanggil subroutine yg akan dijalankan di system komputer yg

berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah “rsh” dan

“rexec”)

f. name servers. Nama database alamat yg digunakan pada internet (lihat

RFC 822 dan 823 yg menjelaskan mengenai penggunaan protokol name

server yg bertujuan untuk menentukan nama host di internet.)

************************************************************************

RFC (Request For Comments) adalah merupakan standar yg digunakan dalam

internet, meskipun ada juga isinya yg merupakan bahan diskusi ataupun

omong kosong belaka. Diterbitkan oleh IAB (Internet Activities Board)

yg merupakan komite independen para peneliti dan profesional yg

mengerti teknis, kondisi dan evolusi sistem internet. Sebuah surat yg

mengikuti nomor RFC menunjukan status RFC :

S: standard, standar resmi bagi internet

DS: Draft standard, protokol tahap akhir sebelum disetujui sebagai

standar

PS: Proposed Standard, protokol pertimbangan untuk standar masa depan

I: Informational, berisikan bahan-bahan diskusi yg sifatnya informasi

E: Experimental, protokol dalam tahap percobaan tetapi bukan pada jalur

standar.

H: Historic, protokol-protokol yg telah digantikan atau tidak lagi

dipertimbankan utk standarisasi.

Ditulis dalam Internet | Bertanda: , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Dasar Pemrograman PHP dan MySQL

Posted by tobings pada Juni 27, 2009

MODUL I: PENGENALAN PHP

PHP adalah bahasa scripting yang menyatu dengan HTML dan dijalankan pada server side. Artinya semua sintaks yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan pada server sedangkan yang dikirimkan ke browser hanya hasilnya saja.

File contoh1.php:

echo(“Hallo apakabar? Nama saya PHP script”); ?>

VARIABLE

Dalam PHP setiap nama variable diawali tanda dollar ($). Misalnya nama variable a dalam PHP ditulis dengan $a. Jenis suatu variable ditentukan pada saat jalannya program dan tergantung pada konteks yang digunakan.

File contoh2.php:

$a = “5″; $b=”2″; $hasil = $a+$b; echo($hasil);

File contoh3.php:

$a = “5″;

$b=”2″;

$hasil = $a.$b;

echo($hasil);

?>

STRUKTUR KONTROL

IF

Konstruksi IF digunakan untuk melakukan eksekusi suatu statement secara bersyarat. Cara penulisannya adalah sebagai berikut:

if (syarat)

{

statement

atau:

if (syarat)

{ statement

} else

{

statement lain

atau:

if (syarat pertama)

{

statement pertama

}

elseif (syarat kedua)

{

statement kedua

else

{

statement lain

} File contoh5.php:

$a=4; $b=9; if ($a>$b)

{

echo(“a lebih besar dari pada b”);

} elseif ($a<$b)

{

echo(“a lebih kecil b”);

} else

{

echo(“a sama dengan b”);

} ?>

WHILE

Bentuk dasar dari statement While adalah sebagai berikut:

while (syarat)

statement

Arti dari statemant While adalah memberikan perintah untuk menjalankan statement dibawahnya secara berulang-ulang, selama syaratnya terpenuhi.

File contoh6.php:

$a=1; while ($a<10)

{ echo($a);

FOR

Cara penulisan statement FOR adalah sebagai berikut:

for (ekspresi1; ekspresi2 ; ekspresi3) statement

ekspresi1 menunjukkan nilai awal untuk suatu variable

ekspresi2 menunjukkan syarat yang harus terpenuhi untuk menjalankan statemant

ekspresi3 menunjukkan pertambahan nilai untuk suatu variable

File contoh7.php:

for ($a = 0;$a<10;

{

“A =

echo(“Nilai A =

echo (“$a” ) ;

?>

SWITCH

Statement SWITCH digunakan untuk membandingkan suatu variable dengan beberapa

nilai serta menjalankan statement tertentu jika nilai variable sama dengan nilai yang

dibandingkan.

Struktur Switch adalah sebagai berikut:

switch (variable) case nilai: statement case nilai: statemant case nilai: statement

File contoh8.php:

$a = 2; switch($a)

{

case 1:

echo(“Nilai variable a adalah satu”);

break;

case 2:

echo(“Nilai variable a adalah dua”);

break;

case 3:

echo(“Nilai variable a adalah tiga”);

break;

REQUIRE

Statement Require digunakan untuk membaca nilai variable dan fungsi-fungsi dari sebuah file lain. Cara penulisan statement Require adalah:

require(namafile);

Statement Require ini tidak dapat dimasukkan diadalam suatu struktur looping misalnya while atau for. Karena hanya memperbolehkan pemangggilan file yang sama tersebut hanya sekali saja.

File contoh9.php:

$a = “Saya sedang belajar PHP”;

function tulistebal($teks) echo(“$teks“);

File contoh10.php:

require(“contoh9.php”);

tulistebal(“Ini adalah tulisan tebal”);

echo(“
“);

echo($a);

NCLUDE

Statement Include akan menyertakan isi suatu file tertentu. Include dapat diletakkan didalam suatu looping misalkan dalam statement for atau while.

File contoh11.php:

echo(“——————————————-

echo(“PHP adalah bahasa scripting
“); echo(“——————————————-

echo(“
“);

File contoh12.php:

for ($b=1; $b<5; $b+ + )

{ include(“contoh11.php”);

MODUL II: DASAR-DASAR MySQL

Dalam bahasa SQL pada umumnya informasi tersimpan dalam tabel-tabel yang secara logik merupakan struktur dua dimensi terdiri dari baris (row atau record) dan kolom(column atau field). Sedangkan dalam sebuah database dapat terdiri dari beberapa

table.

Beberapa tipe data dalam MySQL yang sering dipakai:

Tipe data Keterangan
INT(M) [UNSIGNED] Angka -2147483648 s/d 2147483647
FLOAT(M,D) Angka pecahan
DATE Tanggal Format : YYYY-MM-DD
DATETIME Tanggal dan Waktu Format : YYYY-MM-DD HH:MM:SS
CHAR(M) String dengan panjang tetap sesuai dengan yang ditentukan. Panjangnya 1-255 karakter
VARCHAR(M) String dengan panjang yang berubah-ubah sesuai dengan yang disimpan saat itu. Panjangnya 1 – 255 karakter
BLOB Teks dengan panjang maksimum 65535 karakter
LONGBLOB Teks dengan panjang maksimum 4294967295 karakter

Ditulis dalam Bahasa Pemograman | Bertanda: , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Type Data pada PHP

Posted by tobings pada Juni 27, 2009

  1. Tipe Data

Dalam bahasa pemrograman yang lain, ada  bermacam-macam tipe data,   misalnya integer(bilangan bulat), float (bilangan pecahan), char(karakter angka dan huruf), string(kumpulan huruf atau kata), dan berbagai tipe lainnya.
PHP mengenal dua tipe data sederhana; numerik dan literal. Ditambah dengan dua tipe data yang tidak sederhana, yaitu array dan object. Tipe Numerik   dapat   menyimpan bilangan bulat.PHP mampu menyimpan data bilangan bulat dengan jangkauan dari -2 milyar sampai+2 milyar. Contoh bilangan bulat: 3, 7, 20.
Selain itu, tipe numerik juga  digunakan  untuk menyimpan bilangan pecahan

Tipe literal digunakan untuk menyimpan data berupa kumpulan huruf, kata, dan angka.Tipe boolean, yang dikenal dalam bahasa program yang lainnya, tidak adadalam   PHP.

Untuk   menguji   benar   salah (true   false), kita menggunakan  tipe  data  yang  tersedia.  FALSE  dapat  digantikan  oleh integer 0, double 0.0 atau string kosong, yaitu “”. Selain nilai itu, semua dianggap TRUE.

Variabel  dapat  digunakan  untuk  menyimpan  berbagai  jenis  data. Misalnya  data  numerik  yang  dapat  dioperasikan  secara  matematika. Contoh :

$jumlahBarang = 3;

$harga = 1000;

$pembayaran = $jumlahBarang * $harga;

pada contoh di atas, variabel pembayaran akan menyimpan nilai 3000.

Sedangkan  data  non numerik  (disebut juga data literal)  tidak dapat dioperasikan secara matematika. Contoh :

$nama = $namaDepan + $namaBelakang;

variabel  nama  akan  menyimpan  gabungan  dari  dua  variabel,  yaitu

“Endy Muhardin”.

Secara umum, data literal ditandai dengan pasangan  “ dan  “. Data numerik tidak dikelilingi oleh “ dan “. Tetapi biasanya PHP akan secara otomatis mengubah tipe data sesuai kebutuhan. Contoh :

$jalan = “Gubeng Kertajaya”;

$noRumah = 29;

$blok = 4c;

$jumlahPenghuni = 3;

$alamat = $jalan + $noRumah;

$hasil = $noRumah + $jumlahPenghuni;

$hasilAneh = $blok + $noRumah;

Pada  sampel  kode  di  atas,  variabel  alamat  akan  menyimpan  nilai Gubeng Kertajaya 29.  PHP  secara  otomatis  mengubah  tipe  data variabel noRumah (numerik) menjadi literal. Variabel alamat akan bertipe literal.

Variabel hasil akan menyimpan nilai 32, yaitu penjumlahan dari 29 dan 3.

Perhatikan, konversi  otomatis ini kadang berjalan secara tidak semestinya. Ini  dapat  dilihat  dari  variabel  hasilAneh  yang  akan menyimpan nilai 7. PHP mengambil nilai numerik dari variabel blok, yaitu 4, kemudian menambahkannya dengan isi variabel jumlahPenghuni. Hasil akhirnya adalah 4 + 3, yaitu 7.

Ditulis dalam Bahasa Pemograman | Bertanda: , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.